Blog ini saya buat untuk referensi para survival.Hidup terus para survival Indonesia!!!
Sunday, November 7, 2010
CARA MEMBUAT DAN MENGGUNAKAN KOMPOR MEDAN
Kompor medan sering digunakan oleh para survival sebagai alat untuk memasak di alam bebas.Pada artikel ini akan saya jelaskan cara membuat dan menggunakan kompor medan.
Cara membuatnya:
Siapkan bahan-bahan untuk membuat kompornya :
-Kaleng kue bekas(sejenis kaleng wafer)
-Gungting untuk memotong seng
Cara membuatnya:
Buat penyangga wajan/panci dengan cara memotong pinggiran atas kaleng sejumlah empat penyangga
.
Setelah kompor jadi,siapkan bahan-bahan untuk memasak menggunakan kompor medan:
1.spirtus
2.korek(itu pasti)
3.lilin
4.kapur
Cara menggunakannya:
1.Masukkan lilin(iris-iris lilin agar lilin berfungsi secara sempurna,kapur yang juga dihaluskan,dan sedikit spirtus.
2Hhidupkan korek dan masukkan ke kompor,jika api kurang besar tambahkan spirtur sedikit demi sedikit.
3.Kompor pun sudah bisa untuk memasak.
Cara mematikannya:
Siram kompor dengan air(diusahakan pelan-pelan,agar spirtus tidak meletup-letup)
Inilah cara membuat dan menggunakan kompor medan,semoga bermanfaat,bagi para survival,Salam Survival!!!!!!
Monday, November 1, 2010
Detik news.com:Dua Ancaman Merapi: Erupsi dan Banjir Lahar
Jakarta - Bagaimana keadaan Merapi saat ini? Tidak ada yang bisa menjawabnya secara pasti. Termasuk ahli vulkanologi seperti Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono.
Namun Surono mengingatkan, ada dua hal yang mengancam warga sekitar Merapi saat ini. Dua ancaman itu adalah erupsi atau letusan dan banjir lahar.
"Kita tidak bisa memastikan kondisinya seperti apa, namun ada dua ancaman yang harus diwaspadai yaitu kemungkinan letusan dan banjir lahar," kata Surono usai mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (1/11/2010).
Surono mengatakan, erupsi Merapi yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi sungguh berbahaya bagi manusia maupun hewan. Letusan akan menimbulkan awan panas yang bersuhu di atas 600 derajat Celcius.
Sementara itu banjir lahar juga mengancam karena saat ini adalah musim penghujan. "Musim hujan itu ada kebaikannya tapi ada juga keburukannya," kata Surono.
"Hujan itu bisa menyapu abu sehingga tidak mengganggu pernafasan dan kesehatan manusia tapi keburukannya, jika hujan sangat lebat, dapat menimbulkan banjir lahar yang mengancam masyarakat yang beraktivitas di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Itu dampak sekunder dari Merapi," kata Surono.
Surono mengatakan, selama berstatus awas, pihaknya akan terus memantau kondisi Merapi terkini kepada Pemda dan lembaga penanganan bencana. Semua hal akan dilaporkan selama 6 jam sekali.
"Agar dapat diketahui seluruh peristiwa di sana," kata Surono.Dua Ancaman Merapi: Erupsi dan Banjir Lahar
Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Bagaimana keadaan Merapi saat ini? Tidak ada yang bisa menjawabnya secara pasti. Termasuk ahli vulkanologi seperti Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono.
Namun Surono mengingatkan, ada dua hal yang mengancam warga sekitar Merapi saat ini. Dua ancaman itu adalah erupsi atau letusan dan banjir lahar.
"Kita tidak bisa memastikan kondisinya seperti apa, namun ada dua ancaman yang harus diwaspadai yaitu kemungkinan letusan dan banjir lahar," kata Surono usai mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (1/11/2010).
Surono mengatakan, erupsi Merapi yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi sungguh berbahaya bagi manusia maupun hewan. Letusan akan menimbulkan awan panas yang bersuhu di atas 600 derajat Celcius.
Sementara itu banjir lahar juga mengancam karena saat ini adalah musim penghujan. "Musim hujan itu ada kebaikannya tapi ada juga keburukannya," kata Surono.
"Hujan itu bisa menyapu abu sehingga tidak mengganggu pernafasan dan kesehatan manusia tapi keburukannya, jika hujan sangat lebat, dapat menimbulkan banjir lahar yang mengancam masyarakat yang beraktivitas di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Itu dampak sekunder dari Merapi," kata Surono.
Surono mengatakan, selama berstatus awas, pihaknya akan terus memantau kondisi Merapi terkini kepada Pemda dan lembaga penanganan bencana. Semua hal akan dilaporkan selama 6 jam sekali.
"Agar dapat diketahui seluruh peristiwa di sana," kata Surono.
Namun Surono mengingatkan, ada dua hal yang mengancam warga sekitar Merapi saat ini. Dua ancaman itu adalah erupsi atau letusan dan banjir lahar.
"Kita tidak bisa memastikan kondisinya seperti apa, namun ada dua ancaman yang harus diwaspadai yaitu kemungkinan letusan dan banjir lahar," kata Surono usai mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (1/11/2010).
Surono mengatakan, erupsi Merapi yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi sungguh berbahaya bagi manusia maupun hewan. Letusan akan menimbulkan awan panas yang bersuhu di atas 600 derajat Celcius.
Sementara itu banjir lahar juga mengancam karena saat ini adalah musim penghujan. "Musim hujan itu ada kebaikannya tapi ada juga keburukannya," kata Surono.
"Hujan itu bisa menyapu abu sehingga tidak mengganggu pernafasan dan kesehatan manusia tapi keburukannya, jika hujan sangat lebat, dapat menimbulkan banjir lahar yang mengancam masyarakat yang beraktivitas di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Itu dampak sekunder dari Merapi," kata Surono.
Surono mengatakan, selama berstatus awas, pihaknya akan terus memantau kondisi Merapi terkini kepada Pemda dan lembaga penanganan bencana. Semua hal akan dilaporkan selama 6 jam sekali.
"Agar dapat diketahui seluruh peristiwa di sana," kata Surono.Dua Ancaman Merapi: Erupsi dan Banjir Lahar
Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Bagaimana keadaan Merapi saat ini? Tidak ada yang bisa menjawabnya secara pasti. Termasuk ahli vulkanologi seperti Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono.
Namun Surono mengingatkan, ada dua hal yang mengancam warga sekitar Merapi saat ini. Dua ancaman itu adalah erupsi atau letusan dan banjir lahar.
"Kita tidak bisa memastikan kondisinya seperti apa, namun ada dua ancaman yang harus diwaspadai yaitu kemungkinan letusan dan banjir lahar," kata Surono usai mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (1/11/2010).
Surono mengatakan, erupsi Merapi yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi sungguh berbahaya bagi manusia maupun hewan. Letusan akan menimbulkan awan panas yang bersuhu di atas 600 derajat Celcius.
Sementara itu banjir lahar juga mengancam karena saat ini adalah musim penghujan. "Musim hujan itu ada kebaikannya tapi ada juga keburukannya," kata Surono.
"Hujan itu bisa menyapu abu sehingga tidak mengganggu pernafasan dan kesehatan manusia tapi keburukannya, jika hujan sangat lebat, dapat menimbulkan banjir lahar yang mengancam masyarakat yang beraktivitas di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Itu dampak sekunder dari Merapi," kata Surono.
Surono mengatakan, selama berstatus awas, pihaknya akan terus memantau kondisi Merapi terkini kepada Pemda dan lembaga penanganan bencana. Semua hal akan dilaporkan selama 6 jam sekali.
"Agar dapat diketahui seluruh peristiwa di sana," kata Surono.
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)